Senin, 10 Oktober 2011

Makanan Vegetarian






S
ering sekali terjadi salah pengartian bahwa pemakan daging lebih kuat dari pada vegetarian, tapi suatu percobaan yang di lakukan oleh Profesor Irving Fisher dari universitas Yale terhadap 32 vegetarian dan 15 pemakan daging menunjukan vegetarian memiliki daya tahan lebih tinggi di bandingkan pemakan daging. Dia meminta mereka meregangkan lengannya selama mungkin. Hasil tes tersebut jelas sekali, diantara 15 pemakan daging, hanya 2 orang yang dapat menahan lengan  mereka selama 15 menit hingga 30 menit. Sebaliknya, di antara 32 orang yang bervegetarian terdapat 22 orang yang dapat  menahan hingga lebih dari 30 menit, 15 orng lainnya dapat menahan  hingga lebih dari 39 menit. Sembilan orang lebih dari satu jam, dan empat lainnya lebih dari dua jam, sebagai tambahan, satu orang vegetarian dapat menahan lengannya lebih dari tiga jam.
Saya seorang pengajar dan telah mengikuti diet murni vegetarian selama enam tahun. Selama jangka waktu tersebut, saya merasakan kebebasan dari berbagai penyakit, kecuali flu yang biasa saja. Pada musim panas tahun 2000. Sekolah tempat saya mengajar menyelenggarakan tur bagi para pengajar ke Zhangjiajie, propinsi Hunan dan Chengdu, propinsi Sichuan. Lebih dari 50 orang mengikuti tur tersebut, dimana kami memanjat berbagai gunung di Zhangjiajie. Pemanjatan di gunung yang pertama, beberapa anggota di kelompok kami kehabisan tenaga hanya setengah jalan dan terpaksa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan alat transportasi, seperti kereta gantung dan kereta tarik, sementara itu saya orang pertama yang mencapai puncak dengan berjalan kaki.
Pada hari ketiga kami berangkat ke gunng Tianzi untuk melihat matahari terbit. Pertama-tama, kami naik bis hingga pertengahan jalan menuju puncak gunung, dan lalu turun untuk memanjat. Lagi-lagi saya merupakan orang pertama yang sampai di puncak. Pada waktu turun. Hanya tiga pengajar dan saya yang berhasil turun dengan bejalan kaki. Dan lainnya turun menggunakan kereta gantung. Ketika saya sampai di pakiran mobil, saya mendapat tepuk tangan riuh dari bis. Pengajar lain amat memuji energi dan semangat saya!
Dari Zhangjiajie, kami melanjutkan perjalanan ke Chengdu, dimana kami memanjat lagi beberapa gunung yang terkenal. Bagi saya, semuanya itu seperti berjalan kaki di jalanan yang normal, dan beberapa rekan bercanda tentang kaki terbang saya. Seluruh anggota peserta dari kelompok saya melihat saya berjalan naik dan turun gunung tanpa tergantung pada alat transportasi sebagaimana yang mereka lakukan.
Selama perjalanan saya memakan semangkok milet kongge dengan roti tim kecil untuk sarapan pagi dan dua tomat atau dua timun, dan semangkok nasi untuk makan siang atau makan malam. Ini merupakan makanan saya setiap harinya selama perjalanan tersebut, yang berakhir selam sepuluh hari. Anggota peserta dari kelompok kami paling tidak menghabiskan delapan dan kadang kala hampir dua puluh masakan daging setiap harinya. Namun, tiada satu pun yang mampu menejar langkah saya selama perjalanan. Pembicaraan mengenai kekuatan fisik saya beredar di antara sesama rekan setelah kami kembali ke sekolah, sehingga mereka tidak berpikir lagi bahwa vegetarian kurang sehat di banding pemkan daging; sebaliknya mereka mulai mempercayai bahwa vegetarian mempunyai daya tahan yang lebih kuat.
Pada kesempatan sebelumnya. Di hari libur pada tanggal 1 mei 2001 lebih dari 10 pengajar melakukan perjalanan ke puncak gunung es 71 di Jiayuguan, Propinsi gansu, ikut juga dalam perjalanan tersebut anak perempuan saya, yang baru sekolah di SMU, dan seperti saya adalah vegetarian penuh. Puncak gunung es 71 berada 4600 meter di atas ketinggian laut dan orang umumnya mengalami gejala penyakit tempat tinggi apabila memanjat ke atas karena kurangnya oksigen di tempat ketinggian tersebut. Saya juga mengalami tanda–tanda gejala penyakit tersebut, tapi tidak begitu parah dibandingkan dengan yang di alami oeh peserta lainnya di kelompok saya. Anak perempuan saya sama sekali tidak menunjukan adanya tanda gejala tersebut, dan selalu berada di depan kelompok pemanjat kami. Dia mencapai puncak yang lebih tinggi dibanding dengan sesama rekan kami dan sekali lagi membuktikan bahwa vegetarian memiliki lebih banyak energi dan daya tahan yang lebih tinggi dibandingkan non-vegetarian.
Diluar itu semua, sungguh tidah perlu diragukan lagi bahwa diet vegetarian sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dan bahwa vegetarian juga meningkatkan daya tahan dan kekuatan fisik. Sebagaimana yang dikatakan Albert Einstein, ini merupakan pendapat saya bahwa cara hidup vegetarian, dengan pengaruh efek fisiknya yang murni terhadap temperamen manusia, akan sangat menguntungkan pengaruhnya bagi seluruh umat manusia. Abad ke-21 merupakah permulaan era vegetarisme, jadi marilah kita sering berbagi manfaat dari vegetarian yang luar biasa ini ……………………………..!!!!!!!!!!!!!?

Kamis, 06 Oktober 2011

Teknologi GSM


GSM adalah sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada mobile communication khususnya handphone, atau dalam istilah bahasa inggris (Global System for Mobile Communication). Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai pada tujuan. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi selular sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.

GSM seperti dijelaskan oleh wikipedia, muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya dijadikan standar telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa oleh ETSI (European Telecomunication Standard Institute). Pengoperasian GSM secara komersil baru dapat dimulai pada awal kuartal terakhir 1992 karena GSM merupakan teknologi yang kompleks dan butuh pengkajian yang mendalam untuk bisa dijadikan standar. Standar type approval untuk handphone disepakati dengan mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam memproduksi GSM. Pada awal pengoperasiannya, GSM telah mengantisipasi perkembangan jumlah penggunanya yang sangat pesat dan arah pelayanan per area yang tinggi, sehingga arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS (Digital Cellular System) pada alokasi frekuensi 1800 Mhz.

Dengan frekuensi tersebut, akan dicapai kapasitas pelanggan yang semakin besar per satuan sel. Selain itu, dengan luas sel yang semakin kecil akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar handphone, sehingga bahaya radiasi yang timbul terhadap organ kepala akan dapat di kurangi. Pemakaian GSM kemudian meluas ke Asia dan Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia awalnya menggunakan sistem telepon selular analog yang bernama AMPS (Advances Mobile Phone System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Namun dengan hadir dan dijadikannnya standar sistem komunikasi selular membuat sistem analog perlahan menghilang, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Eropa. Pengguna GSM pun semakin lama semakin bertambah. Akhirnya GSM tumbuh dan berkembang sebagai sistem telekomunikasi seluler yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Sekilas Tentang BIOS


Sekilas Tentang BIOS

BIOS merupakan akronim untuk Dasar System Input / Output . Bios adalah bagian pertama boot komputer, dan merupakan pengaturan untuk boot sistem operasi. Serta juga bertanggung jawab untuk beberapa bagian yang paling mendasar komputer interface seperti keyboard dan video juga dapat berkomunikasi dengan kartu NIC dan kabel data, bahkan memberikan fasilitas untuk booting dari interface.

Ketika sebuah komputer pertama dimulai, ia membaca BIOS chip untuk instruksi tentang apa yang harus dilakukan. Test BIOS biasanya melakukan Power On Self-Test untuk memastikan bahwa semua yang diperlukan komponen hardware yang terpasang ke komputer. Setelah tes POST, komponen utama (keyboard, sistem memori, IDE drives) diinisialisasikan. Pada BIOS biasanya ditentukan (oleh produsen komputer) lokasi untuk bootable sistem operasi.

Untuk mengkonfigurasi atau melihat dari satu konfigurasi BIOS, urutan penekanan khusus harus dilakukan pada saat startup. Akan ada pesan yang menunjukkan bahwa kunci untuk menekan, tetapi karena disajikan untuk tidak lebih dari tiga detik (dan sering kurang dari satu detik), ini kunci umum yang harus mencoba: F1, F2, DEL, ESC.

Setelah konfigurasi BIOS layar terlihat, pengguna biasanya dapat mengubah urutan boot, menetapkan sandi (untuk OS atau BIOS itu sendiri), mengubah kecepatan prosesor, dan mengaktifkan / menonaktifkan Num Lock pada keyboard. Tugas-tugas umum lainnya termasuk sistem yang mengatur waktu dan tanggal, dan mengkonfigurasi rendah tingkat daya manajemen, Seperti harddisk dan video shutdown.

Tidak ada bahaya mengubah pengaturan. Namun, jika tidak membuat perubahan yang benar maka ada kemungkinan bahwa tidak akan terjadi boot komputer, atau kerusakan yang mungkin terjadi dengan prosesor dan memori..:)




A.    TUJUAN
Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu:
1. Mengenal BIOS dalam setiap PC.
2. Mengoperasikan BIOS untuk mengaktifkan dan menonaktifkan PC.


B.     ALAT DAN BAHAN
Satu unit komputer (PC)


C.    TEORI SINGKAT
Basic Input Output Sistem (BIOS) merupakan firmware. BIOS digunakan untuk mengatur komponen PC secara software atau dengan kata lain disebut dengan istilah jumper less. Komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS hanya tertentu saja, dan merupakan komponen pokok dalam sebuah PC dan komponen yang terintegrasi dengan mainboard (Onboard). Berikut komponen yang dapat di set melalui BIOS:
­       Hard disk
­       CD-ROM
­       Floppy disk
­       RAM
­       Processor
­       LAN onboard
­       Souncard onboard
­       VGA onboard  Pada AWARD BIOS terdapat beberapa menu pokok yaitu: MAIN, ADVANCED, POWER, BOOT, EXIT.


D.    LANGKAH KERJA
1.      Dalam praktikum kali ini kita terlebih dahulu harus mengektifkan pc dengan menekan tombol power. Untuk melakukan setting pada bios kita harus menekan delete, ada juga pc yang menggunakan F2 atau Ctrl+Alt+Delete.

2.      Setelah Tampilan pada layar menunjukkan Award BIOS Setup Utility kita dapatmelakukan settingan BIOS dengan urutan sebagai Berikut :

1.      Hard Disk dan CD-ROM
BIOS hanya mangatur aktif tidaknya sebuah hard disk, dan juga menentukan berapa besar kapasitas sebuah hard disk baik secara manual maupun otomastis. Terletak dalam menu MAIN kemudian dilanjutkan pada sub menu letak dari drive terpasang.
1
Gambar 1. Pengenalan Hard Disk dan CD-ROM pada BIOS
Selanjutnya untuk mengatur hard disk atau CD ROM, masuk ke submenu lletak hard disk atau CD ROM terpasang. asumsikan bahwa hard disk terlatak pada primary master.
2
Gambar 2. Penentuan Hard Disk dan CD-ROM pada BIOS
Menu di atas merupakan tampilan untuk mengatur hard disk yang terletak di primary master. Yang perlu diatur dalam menu di atas adalah “type”, dalam menu tersebut terdapat pilihan diantaranya: Auto, User Type HDD, CD-ROM, LS-120, ZIP, MO, Other ATAPI device, dan None. Untuk lebih amanya pilih Auto karena system akan medeteksi secara otomatis peralatan yang terpasang, sedangkan None digunakn untuk men-disable hard disk atau tidak ada peralatan yang terpasang.
2.   Floppy Disk
      Pengaturan floopy disk terletak dalam menu yang sama seperti hard disk dan CD_ROM. Terletak dalam menu MAIN dan pada umumnya bernama legacy diskette A. Dalam opsi drive A dapat dipilih bermacam jenis type Disk Drive seperti 1.44 MB, 3.5-“ 720Kb, 3.5 “ – 2.88MB, 3.5” -360KB, 5.24”- 720kb, 5.25” dan none. Opsi “none” digunakan untuk menonaktifkan floppy disk. Pilih sesuai dengan floopy disk yang terpasang atau jika tidak terdapat floopy disk terpasang dapat digunakan pilihan None.
3
Gambar 3. Pengenalan Floppy Disk pada BIOS
3.      RAM
RAM hanya dapat diatur bagian clock latency-nya saja tetapi tidak semua RAM dapat diatur, merk tertentu saja yang dapat di set secara manual. Hanya RAM yang sering digunakan untuk overcloking yang dapat diset  Chip Configuration.àmanual. Untuk mensetting masuk ke menu advanced
4
Gambar 4. Pengaturan RAM pada BIOS
Menu di atas untuk menentukan setting secara manual atau otomatis terletak dalam sub menu “SDRAM Cofiguration” Untuk “By SPD” akan dilakukan setting secara automatis oleh sistem sedangkan untuk setting secara manual pilih “User Define”. Hati- hati dalam mengubah nilai Clock latency dari RAM, sesuaikan dengan kemampuan RAM yang terpasang. Untuk lebih amannya gunakan pilihan secara otomatis selain lebih aman nilai yang diatur akan disesuaikan dengan nilai default RAM yang terpasang.
4.   Prosesor

Ada beberapa cara untuk mengatur kecepatan prosesor sesuai dengan kemampuannya. Untuk seting dengan BIOS tidak semua prosesor bisa diatur, hanya prosesor tertentu saja yang dapat di set lewat BIOS. Untuk mengatur variabel-variabel dalam prosesor masuk kedalam menu advanced, maka akan terlihat beberapa menu yang berhubungan dengan CPU, yaitu: CPU speed, CPU/PCI Frequency, dan CPU/Memory frequency ratio. CPU Speed merupakan kecepatan CPU yang dapat ditentukan secara Manual maupun otomatis. Untuk melakukan Overcloking dapat dilakuakn seting pada bagian CPU/Memory frequency ratio. Pada bagian ini dapat di set jika CPU Speed dipilih manual. Tetapi perlu diingat sesuiakan dengan kemampuan prosesor karen jika tidak akan berakibat fatal.

5
Gambar 5. Pengaturan Prosesor pada BIOS
5.   LAN Onboard dan Sound onboard
Untuk kedua komponen ini sama dalam melakukan konfigurasi di dalam BIOS. Terletak dalam menu yang sama dan untuk mengaktifkan dengan memilih “enabled” pada masing-masing komponen. Sedangkan untuk menonaktifkan cukup dengan memilih “disabled”. Sedangkan untuk opsi auto digunakan untuk medeteksi secara otomatis, jika ada komponen yang terpasang maka akan automatis mengaktifkan komponen tersebut. Untuk Chip àmasuk dalam konfigurasi komponen ini masuk menu Advanced  Configuration. Dalam versi BIOS ini LAN Onboard dengan menu MCP MAC Controller sedangkan Sound Onboard dengan menu MCP AudioController, pilih enabled atau Auto untuk mengaktifkan komponen tersebut. Perlu diingat apabila ingin memasang komponen baru yang bukan onboard dan komponen tersebut sejenis dengan komponen yang onboard maka harus dinon-aktifkan komponen yang onboard tersebut terlebih dahulu. Karena jika tidak akan terjadi konflik IRQ atau I/O addres-nya.

6
Gambar 6. Pengaturan LAN dan Sound onboard pada BIOS
6.      VGA Onboard
Untuk mengatur komponen VGA onboard yang perlu diperhatikan adalah mengatur besar kecilnya shared memori. Shared memori adalah memori yang digunakan oleh VGA sebagai buffer dan diambilkan dari RAM. BesarnyaBesarnya nilai shared memori tegantung kemampuan VGA dan besarnya RAM yang terpasang. Untuk mangatur besarnya shared memori masuk ke menu advaced Chip Configuration. Pilih bagian “VGA Shared memory size”. Besar kecilnya nilai memory yang diambil tergantung dari Jenis VGA Onboardnya dan besarnya kapasitas RAM yang terpasang.

7
Gambar 7. Pengaturan VGA Onboard pada BIOS
Dalam VGA yang sangat penting adalah Primary VGA BIOS. Opsi ini PCI Configuration, digunakan untuk àterletak dalam menu Advanced memilih urutan deteksi dari VGA yang terpasang dalam sistem. Urutan tersebut diantaranya: PCI VGA Card, AGP VGA card, dan Onboard VGA. Jika VGA yang digunakan adalah Onboard maka set dengan Onboard VGA.

8

Gambar 8. Penentuan Jenis VGA lewat BIOS


PENGERTIAN BIOS
BIOS (Basic Input Output Sistem) adalah program controller standar yang terpasang pada motherboard. program ini disimpan dalam suatu chip dalam komputer.
BIOS (Basic Input Output Sistem),merupakan sebuah program yang mengatur konfigurasi komponen input dan output yang terpasang padaPC baik secara software maupun hardware.
BIOS, bagian dari sistem operasi yang dapat mengidentifikasi set program yang digunakan untuk mem-BOOT komputer. BIOS terdapat di ROM dari sistem, dan pada umumnya BIOS tersimpan secara permanen.Program yang digunakan mikroprocessor untuk menyalakan komputer.BIOS juga mengatur aliran data antara sistem operasi komputer dan perangkat tambahan yang terhubung pada komputer.


FUNGSI BIOS
BIOSpun memiliki fungsi-fungsi yang sangat penting, dan fungsi BIOS sendiri antara lain:
·         INisialisasi serta pengujian terhadap perangkat keras (hardware),
·         membuat dan menjalankan sistem operation (sistem operasi),
·         mengatur beberapa setting dalam komputer,
·         membantu sistem operasi dan aplikasi dalam prose pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS runtimen service.
MASALAH BIOS
Masalah pada BIOS dapat terjadi, bios dapat rusak misalnya oleh masa pakainya yang sudah terlalu lama, penggunaan yang salah pada BIOS, dan adanya pengaruh dari virus misalny virus CIH.

JENIS BIOS
BIOS tergolong kedalam suatu chip dan diisi dengan cara elektromagnetik (pencahayaan). Pada umumnya BIOS disimpan dalam chip EPROM (Erasable Programmable ROM) atau EEPROM (Electrical Erasable Programmable ROM). Di pasaran ada banyak sekali perusahaan komputer yang mengeluarkan produk BIOS, antara lain: AWARD BIOS, PHOENIX BIOS, AMIBIOS, compaq, IBM Aptivas dan Thinkpads, dll.

MENGAMANKAN BIOS
Untuk mencegahnya beberapa setting yang salah pada BIOS, yang dilakukan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Karena salah pengaturan pada BIOS dapat merugikan komputer dan kita sendiri sebagai pengguna. Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan menjadi alasan mengapa kita harus mengamankan BIOS, yaitu:
1.   Mencegah dirubahnya konfigurasi pada BIOS
Jika seseorang dapat masuk kedalam seetting BIOS, maka dengan mudah dapat mengacak-ngacak system. Mendisable hardware atau merubah urutan booting,
2.   Mencegah SYSTEM BOOTING
Beberapa jenis dari BIOS memberikan pasword full bagi pemakai. fungsinya agar orang lain tidak dapat masuk pada setting BIOS, dan hanya anda saja yang dapat masuk pada setting BIOS tersebut. tetapi jika anda lupa dengan pasword yang trelah anda buat, maka ada dua cara yang dapat kita lakukan yaitu:
1. Dengan reset jumper. Cara seperti ini dapat dilakukan dengan mengikuti petunjuk dari Manual Book.
2. Dan dengan melepas baterai CMOS, lalu memasangkannya kembali.





A.    TUJUAN
Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa mampu:
1. Mengenal BIOS dalam setiap PC.
2. Mengoperasikan BIOS untuk mengaktifkan dan menonaktifkan PC.


B.     ALAT DAN BAHAN
Satu unit komputer (PC)


C.    TEORI SINGKAT
Basic Input Output Sistem (BIOS) merupakan firmware. BIOS digunakan untuk mengatur komponen PC secara software atau dengan kata lain disebut dengan istilah jumper less. Komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS hanya tertentu saja, dan merupakan komponen pokok dalam sebuah PC dan komponen yang terintegrasi dengan mainboard (Onboard). Berikut komponen yang dapat di set melalui BIOS:
­       Hard disk
­       CD-ROM
­       Floppy disk
­       RAM
­       Processor
­       LAN onboard
­       Souncard onboard
­       VGA onboard  Pada AWARD BIOS terdapat beberapa menu pokok yaitu: MAIN, ADVANCED, POWER, BOOT, EXIT.


D.    LANGKAH KERJA
1.      Dalam praktikum kali ini kita terlebih dahulu harus mengektifkan pc dengan menekan tombol power. Untuk melakukan setting pada bios kita harus menekan delete, ada juga pc yang menggunakan F2 atau Ctrl+Alt+Delete.

2.      Setelah Tampilan pada layar menunjukkan Award BIOS Setup Utility kita dapatmelakukan settingan BIOS dengan urutan sebagai Berikut :

1.      Hard Disk dan CD-ROM
BIOS hanya mangatur aktif tidaknya sebuah hard disk, dan juga menentukan berapa besar kapasitas sebuah hard disk baik secara manual maupun otomastis. Terletak dalam menu MAIN kemudian dilanjutkan pada sub menu letak dari drive terpasang.
1
Gambar 1. Pengenalan Hard Disk dan CD-ROM pada BIOS
Selanjutnya untuk mengatur hard disk atau CD ROM, masuk ke submenu lletak hard disk atau CD ROM terpasang. asumsikan bahwa hard disk terlatak pada primary master.
2
Gambar 2. Penentuan Hard Disk dan CD-ROM pada BIOS
Menu di atas merupakan tampilan untuk mengatur hard disk yang terletak di primary master. Yang perlu diatur dalam menu di atas adalah “type”, dalam menu tersebut terdapat pilihan diantaranya: Auto, User Type HDD, CD-ROM, LS-120, ZIP, MO, Other ATAPI device, dan None. Untuk lebih amanya pilih Auto karena system akan medeteksi secara otomatis peralatan yang terpasang, sedangkan None digunakn untuk men-disable hard disk atau tidak ada peralatan yang terpasang.
2.   Floppy Disk
      Pengaturan floopy disk terletak dalam menu yang sama seperti hard disk dan CD_ROM. Terletak dalam menu MAIN dan pada umumnya bernama legacy diskette A. Dalam opsi drive A dapat dipilih bermacam jenis type Disk Drive seperti 1.44 MB, 3.5-“ 720Kb, 3.5 “ – 2.88MB, 3.5” -360KB, 5.24”- 720kb, 5.25” dan none. Opsi “none” digunakan untuk menonaktifkan floppy disk. Pilih sesuai dengan floopy disk yang terpasang atau jika tidak terdapat floopy disk terpasang dapat digunakan pilihan None.
3
Gambar 3. Pengenalan Floppy Disk pada BIOS
3.      RAM
RAM hanya dapat diatur bagian clock latency-nya saja tetapi tidak semua RAM dapat diatur, merk tertentu saja yang dapat di set secara manual. Hanya RAM yang sering digunakan untuk overcloking yang dapat diset  Chip Configuration.àmanual. Untuk mensetting masuk ke menu advanced
4
Gambar 4. Pengaturan RAM pada BIOS
Menu di atas untuk menentukan setting secara manual atau otomatis terletak dalam sub menu “SDRAM Cofiguration” Untuk “By SPD” akan dilakukan setting secara automatis oleh sistem sedangkan untuk setting secara manual pilih “User Define”. Hati- hati dalam mengubah nilai Clock latency dari RAM, sesuaikan dengan kemampuan RAM yang terpasang. Untuk lebih amannya gunakan pilihan secara otomatis selain lebih aman nilai yang diatur akan disesuaikan dengan nilai default RAM yang terpasang.
4.   Prosesor

Ada beberapa cara untuk mengatur kecepatan prosesor sesuai dengan kemampuannya. Untuk seting dengan BIOS tidak semua prosesor bisa diatur, hanya prosesor tertentu saja yang dapat di set lewat BIOS. Untuk mengatur variabel-variabel dalam prosesor masuk kedalam menu advanced, maka akan terlihat beberapa menu yang berhubungan dengan CPU, yaitu: CPU speed, CPU/PCI Frequency, dan CPU/Memory frequency ratio. CPU Speed merupakan kecepatan CPU yang dapat ditentukan secara Manual maupun otomatis. Untuk melakukan Overcloking dapat dilakuakn seting pada bagian CPU/Memory frequency ratio. Pada bagian ini dapat di set jika CPU Speed dipilih manual. Tetapi perlu diingat sesuiakan dengan kemampuan prosesor karen jika tidak akan berakibat fatal.

5
Gambar 5. Pengaturan Prosesor pada BIOS
5.   LAN Onboard dan Sound onboard
Untuk kedua komponen ini sama dalam melakukan konfigurasi di dalam BIOS. Terletak dalam menu yang sama dan untuk mengaktifkan dengan memilih “enabled” pada masing-masing komponen. Sedangkan untuk menonaktifkan cukup dengan memilih “disabled”. Sedangkan untuk opsi auto digunakan untuk medeteksi secara otomatis, jika ada komponen yang terpasang maka akan automatis mengaktifkan komponen tersebut. Untuk Chip àmasuk dalam konfigurasi komponen ini masuk menu Advanced  Configuration. Dalam versi BIOS ini LAN Onboard dengan menu MCP MAC Controller sedangkan Sound Onboard dengan menu MCP AudioController, pilih enabled atau Auto untuk mengaktifkan komponen tersebut. Perlu diingat apabila ingin memasang komponen baru yang bukan onboard dan komponen tersebut sejenis dengan komponen yang onboard maka harus dinon-aktifkan komponen yang onboard tersebut terlebih dahulu. Karena jika tidak akan terjadi konflik IRQ atau I/O addres-nya.

6
Gambar 6. Pengaturan LAN dan Sound onboard pada BIOS
6.      VGA Onboard
Untuk mengatur komponen VGA onboard yang perlu diperhatikan adalah mengatur besar kecilnya shared memori. Shared memori adalah memori yang digunakan oleh VGA sebagai buffer dan diambilkan dari RAM. BesarnyaBesarnya nilai shared memori tegantung kemampuan VGA dan besarnya RAM yang terpasang. Untuk mangatur besarnya shared memori masuk ke menu advaced Chip Configuration. Pilih bagian “VGA Shared memory size”. Besar kecilnya nilai memory yang diambil tergantung dari Jenis VGA Onboardnya dan besarnya kapasitas RAM yang terpasang.

7
Gambar 7. Pengaturan VGA Onboard pada BIOS
Dalam VGA yang sangat penting adalah Primary VGA BIOS. Opsi ini PCI Configuration, digunakan untuk àterletak dalam menu Advanced memilih urutan deteksi dari VGA yang terpasang dalam sistem. Urutan tersebut diantaranya: PCI VGA Card, AGP VGA card, dan Onboard VGA. Jika VGA yang digunakan adalah Onboard maka set dengan Onboard VGA.

8

Gambar 8. Penentuan Jenis VGA lewat BIOS


PENGERTIAN BIOS
BIOS (Basic Input Output Sistem) adalah program controller standar yang terpasang pada motherboard. program ini disimpan dalam suatu chip dalam komputer.
BIOS (Basic Input Output Sistem),merupakan sebuah program yang mengatur konfigurasi komponen input dan output yang terpasang padaPC baik secara software maupun hardware.
BIOS, bagian dari sistem operasi yang dapat mengidentifikasi set program yang digunakan untuk mem-BOOT komputer. BIOS terdapat di ROM dari sistem, dan pada umumnya BIOS tersimpan secara permanen.Program yang digunakan mikroprocessor untuk menyalakan komputer.BIOS juga mengatur aliran data antara sistem operasi komputer dan perangkat tambahan yang terhubung pada komputer.


FUNGSI BIOS
BIOSpun memiliki fungsi-fungsi yang sangat penting, dan fungsi BIOS sendiri antara lain:
·         INisialisasi serta pengujian terhadap perangkat keras (hardware),
·         membuat dan menjalankan sistem operation (sistem operasi),
·         mengatur beberapa setting dalam komputer,
·         membantu sistem operasi dan aplikasi dalam prose pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS runtimen service.
MASALAH BIOS
Masalah pada BIOS dapat terjadi, bios dapat rusak misalnya oleh masa pakainya yang sudah terlalu lama, penggunaan yang salah pada BIOS, dan adanya pengaruh dari virus misalny virus CIH.

JENIS BIOS
BIOS tergolong kedalam suatu chip dan diisi dengan cara elektromagnetik (pencahayaan). Pada umumnya BIOS disimpan dalam chip EPROM (Erasable Programmable ROM) atau EEPROM (Electrical Erasable Programmable ROM). Di pasaran ada banyak sekali perusahaan komputer yang mengeluarkan produk BIOS, antara lain: AWARD BIOS, PHOENIX BIOS, AMIBIOS, compaq, IBM Aptivas dan Thinkpads, dll.

MENGAMANKAN BIOS
Untuk mencegahnya beberapa setting yang salah pada BIOS, yang dilakukan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Karena salah pengaturan pada BIOS dapat merugikan komputer dan kita sendiri sebagai pengguna. Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan menjadi alasan mengapa kita harus mengamankan BIOS, yaitu:
1.   Mencegah dirubahnya konfigurasi pada BIOS
Jika seseorang dapat masuk kedalam seetting BIOS, maka dengan mudah dapat mengacak-ngacak system. Mendisable hardware atau merubah urutan booting,
2.   Mencegah SYSTEM BOOTING
Beberapa jenis dari BIOS memberikan pasword full bagi pemakai. fungsinya agar orang lain tidak dapat masuk pada setting BIOS, dan hanya anda saja yang dapat masuk pada setting BIOS tersebut. tetapi jika anda lupa dengan pasword yang trelah anda buat, maka ada dua cara yang dapat kita lakukan yaitu:
1. Dengan reset jumper. Cara seperti ini dapat dilakukan dengan mengikuti petunjuk dari Manual Book.
2. Dan dengan melepas baterai CMOS, lalu memasangkannya kembali.